• Blogger Template Preview
  • Blogger Template Preview

Labels: ,

Amaedola ba Li Niha atau Peribahasa dalam Bahasa Nias.
Sumber Data: Hasil interview kepada JAMALUDIN HALAWA (alias Ama Wati Halawa)-MIGA-GUNUNGSITOLI.
  1. Hulö latawi mboro'e, ebua högö moroi ba gi'o = Lebih baik menyelesaikan masalah secara kekeluargaan daripada menunggu pihak yang berwajib untuk bertindak/ menyelesaikannya.
  2. Hulö zogohi boro'e, fatambu nigohi ba fatambu zogohi. =Baik yang kalah maupun yang menang, sama-sama menanggung akibat/ resiko.
  3. Hulö mbaewa ba dete gahe, u'ewa göi ba ahegu tou, ba lö göi u'ewa ba ahulua = Keragu-raguan dalam mengambil suatu keputusan dalam sesuatu hal, karena telah diselimuti oleh berbagai pertimbangan.
  4. Hulö zigi sitoba'a lela = Seseorang yang tidak berani mengungkapkan sesuatu.
  5. Wura-wura si lö motutu bu'u, mangawuli khögu hanu-hanu = Semua apa yang telah diucapkan/ diperbuat oleh seseorang akan dirasakannya sendiri akibatnya.
  6. Alölö nafo na no munganga, ahori gö na no mu'a, awai zi lö mondröi zi lö taya ha taromali si sambua = Berbuat baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.
  7. Hulö La'ewa nidanö ba ifuli fahalö-halö = Rasa kepersaudaraan itu sangat kuat dan susah untuk dipecahbelahkan meskipun banyak hal yang merupakan tantangan di antara kehidupan orang yang bersaudara.
  8. Hulö latunu go'o ba dumöri samösa zamaböli, felendrua zanöri-nöri = Apa bila ada suatu pertikaian/pertengkaran/ masalah di antara dua pihak, maka dari keseluruhan jumlah pihak ketiga yang datang, hanya satu orang yang hendak memberikan solusi namun ratusan orang berkehendak untuk memanas-manaskan/ mengobarkan api permasalahan.
  9. Mu'ogöri mbalugu böi söbi, foriti-riti manö.= Menakut-nakutkan seseorang dengan maksud tak sungguhan.
  10. Sökhi wame'e sökhi wanou'ö, awai zimörö zimate =  Keputusan yang baik dan benar akan selalu diakui dan diindahkan.
  11. Solalau niasa, solalau tufo, ha elungu ba mböröta ba elungu ba hogu. = Pikirkanlah lebih dulu apa yang hendak kamu lakukan sebelum melakukan sesuatu hal, supaya kamu tidak meraba-raba lagi apa yang semestinya anda perbuat kemudian. (Juga: Turutilah peraturan supaya kamu tak mendapat banyak masalah di kemudian hari).
  12. Hulö geu safatö hogu = Seseorang yang tak punya semangat dan atau harapan dalam hidupnya.
  13. Akha mate mbaewa, si radi nawö = Meskipun semuanya habis untuk sesuatu hal, namun apabila hasilnya setimpal dengan hal itu, maka itupun tidak akan dikatakan  "merugikan".
  14. Kauko ba hili kauko ba ndraso, faolo ndra'ugö ba ufaolo göi ndra'o, faoma ita fao-fao. = Mari kita saling menghargai (pendapat) sesama supaya suatu permasalahan dapat terselesaikan dengan kesepakatan bersama dan adil.
  15. Bõi auko dödö dalimbo ba bõi obu'u dõdõ landrõta. = Hargailah perasaannya, sudah tahu dia sedang susah (sedih), tak usah lagi menambah beban pemikirannya.
  16. Simanga howu hao, inganga-nganga bawa ba irongo talinga. = Sesungguhnya orang itu sudah tahu, namun masih mau lagi menanyakan hal itu. (dah tau, tapi masih kepingin nanya terus)
  17. Nifo'awi-awi lahagu, no i'orodugõ hogu fabaya mbõrõ ba ifabaya-baya'õ khõgu dalu. = Orang yang munafik (penipu), selalu berkata manis, sok sopan dan berlagak jujur namun semuanya itu adalah omong kosong.
  18. No te'io mbai helua ba no te'io mbai mbõgi = Seseorang yang suka mengatakan hal-hal yang kurang baik kepada orang lain.
  19. Idanõ ba nasoa ba idanõ ba sere. Hana na olotu ba na so gere ba ohahau =  Meskipun suasana tidak menyenangkan atau kacau ketika ada masalah, tetapi bila orang yang ditakuti/disegani datang , maka semuanya akan tenang dan kembali seperti semula. 
  20. Mana hili na lakhao ba ahori, mendrua manõ õ ni'a ma'õkhõ.  = Jangan hanya tergantung pada harta yang sudah dimiliki, karena suatu waktu itu juga bisa habis bila hanya diam dan menunggu tanpa berkerja atau berusaha. 
  21. So doho, dozi bu'u hili so nono laosi = Bila ada uang, maka keinginan dapat tercapai dengan mudah (Juga bisa dikatakan: Ada uang, abang sayang...huhuii..)
  22. Bõi fagokhõ na lõ bago = Tak perlu banyak omongan/pembicaraan bila tak pernah ada bukti nyatanya.
  23. Famuwusi dõgi lõsu = Bekerja keras (banting tulang)
  24. Bõi fabu'u aya ndraono lawere, fawere-were dania = Tak usah berjanji kalau tak mampu ditepati, karena janji adalah hutang. 
  25. Gofu hezoso mõi lõsu ba igo'õ-go'õ ia uliho = Sifat dan perilaku itu akan selalu dibawa-bawa kemanapun perginya.
read more "AMAEDOLA BA LI NIHA"

Labels:


KATA GANTI MILIK BA LI NIHA YÕU
Kata ganti milik yang ada dalam Bahasa Nias varietas utara ada dua bentuk, yaitu Status Lemah dan Status  Kuat.
Kata ganti milik Status  Lemah adalah kata ganti milik dimana khusus untuk personal/orang, memiliki ciri khas yaitu langsung menjadi suffix atau akhiran yang dibubuhkan pada benda/hal/barang yang dimiliki.
Kata ganti milik Status Kuat, semuanya membentuk jenis kata tersendiri dan digunakan secara bebas serta dapat membentuk arti sendiri.


Kata ganti milik Status Lemah:
  1. -GU = @ku, @ saya
  2. - MÕ/ -U = @mu, @ Anda
  3. - DA = @ kita
  4. -RA = @ mereka
  5. -NIA = @nya, @ dia
  6. -MI = @ kalian
  7. -MA = @ kami
Saya umpamakan @ sebagai benda yang dimiliki.

Contoh:
Fenagu = Pulpenku
Mbaruma = Baju kami
Fa'ohahau dödönia = Kebahagiaannya

Kata ganti milik Status Kuat:
  1. KHÕGU = MILIKKU
  2. KHÕMÕ/KHÕU = MILIKMU
  3. KHÕDA = MILIK KITA
  4. KHÕRA = MILIK MEREKA
  5. KHÕNIA = MILIKNYA
  6. KHÕMI = MILIK KALIAN
  7. KHÕMA = MILIK KAMI
  8. KHÕDA'A = MILIK INI (INI bertujuan untuk menunjukkan milik untuk orang yang tidak diketahui namanya dan juga untuk benda/binatang/ hal.)
  9. KHÕDA'Õ = MILIK ITU (ITU bertujuan untuk menunjukkan milik untuk orang yang tidak diketahui namanya dan juga untuk benda/binatang/ hal.)

Perhatian:
Khusus untuk kata KHÕU sebaiknya Anda hati-hati menggunakannya karena itu bersifat kurang sopan/kurang sedap kedengarannya.

Back to NIAS GRAMMAR MAIN PAGE
See also: Subject in Li Niha Yöu, Object in Li Niha Yöu
Terima kasih..................










read more "KATA GANTI MILIK BA LI NIHA YÕU"

Labels:


 " Ini adalah khusus Objek dalam Amakhoita Li Niha Yöu"

Dalam Bahasa Nias varietas Utara/ YÕU, Objek (sebagai kata ganti orang) yang dipergunakan dalam Bahasanya adalah NDRA'ODO/NDRA'O (Artinya: saya), NDRA'UGÕ (Artinya: Anda/ kamu), NRA'AGA (Artinya: Kami), IRA (Artinya: Mereka) , ITA (Artinya: Kita), AMI (Artinya: kalian), IA (Artinya: Dia- untuk laki-laki atau perempuan). DA'A (Artinya: ini -untuk barang/benda ataupun hal. Terkadang juga digunakan sebagai kata ganti petunjuk nama diri orang. dalam Bahasa versi sehari-hari), DA'Õ (Artinya: itu -untuk barang/benda ataupun hal. Terkadang juga digunakan sebagai kata ganti petunjuk nama diri orang dalam Bahasa versi sehari-hari). Tidak semua objek ini dapat berdiri sendiri untuk membentuk artinya. Objek yang dapat berdiri sendiri atau dapat memiliki arti sendiri walau hanya digunakan secara tunggal: NDRA'ODO/NDRA'O, NDRA'UGÕ, NRA'AGA.
 Objek yang lain tidak dapat dipahami artinya bila tidak dipergunakan dalam suatu kalimat.
 Objek di atas digunakan/ selalu digunakan setelah/ di depan predikatnya, namun cara menggunakannya tidak dilengketkan atau tak dibubuhi secara langsung pada kata dimaksud, digunakan secara terpisah. Objek ini berfungsi apabila predikatnya adalah kata kerja transitif. Berbeda dengan Objek Berstatus Unik di bawah ini.
Dalam Amakhoita Li Niha Yöu ini memiliki 3 objek unik (yang serupa dengan Subjek Berstatus Unik  dalam Sabjek Terikat Bentukan Akhir) dan saya namakan sebagai Objek Berstatus Unik. Maksudnya adalah objeknya langsung dilekatkan/ menjadi suffix atau akhiran pada kata yang mempredikatinya.
Ketiga Objek Berstatus Unik tersebut adalah: -DO, , dan -GA.
-DO adalah bentuk singkat dari  subjek Ndra'odo/ Ndra'o.
adalah bentuk singkat dari  subjek Ndra'ugö.
-GA adalah bentuk singkat dari subjek Ndra'aga.
"Khusus  kalimat yang mengandung/ menggunakan kata "untuk" atau "dari" yang dalam Bahasa Niasnya, yaitu: "KHÕ atau MOROI KHÕ" memiliki model tersendiri:
Ini modelnya "Untuk": Khögu (artinya: untukku/ bagiku/ kepadaku), Khömö (artinya: untukmu/ bagimu/ kepadamu), Khöma (artinya: untuk kami/ bagi kami/ kepada kami), Khöda (artinya: untuk kita/ bagi kita/ kepada kita), Khönia (artinya: untuknya (dia)/ baginya/ kepadanya), Khömi (artinya: untuk kalian/ bagi kalian/ kepada kalian), Khöra (artinya: untuk mereka/ bagi mereka/ kepada mereka), Khöda'a (artinya: untuk hal ini (benda ini) ataupun Untuk si anu ini), Khöda'ö (artinya: untuk hal ini (benda ini) ataupun untuk si anu itu).
 Ini modelnya "dari": Moroi Khögu (artinya: dariku), Moroi Khömö (artinya: Dari Anda), Moroi Khöma (artinya: Dari kami), Moroi Khöda (artinya: Dari kita/ berasal dari kita), Moroi Khönia (artinya: Dari dia), Moroi Khömi (artinya: Dari kalian), Moroi Khöra (artinya: Dari mereka), Moroi Khöda'a (artinya: Dari si anu ini), Moroi Khöda'ö (artinya: Dari si anu itu).



Contoh dalam Kalimat:
Ket: Kata yang diwarnai merah itu adalah objek. Kata yang dimiringkan/ italicized warna hitam adalah kata kerja transitif.
  1. Labözi ia mege.=  Mereka memukulnya tadi/ Dia dipukul oleh mereka tadi.
  2. No lafofanö ndra'aga zui.= Mereka sudah mengusir kami lagi.
  3. Ukete'ö = Saya mencubitmu (Objek Berstatus Unik).
  4. Igohiga =Dia mengejar kami (Objek Berstatus Unik).
  5. Fena da'a (ya'iada'ö) Moroi Khöra = Pulpen ini (adalah) dari mereka.
" Semoga bermanfaat, ya'ahowu!!"

Pelajari mengenai Subjek Ba Li Niha Yöu di sini.
read more "OBJEK BA LI NIHA YÕU"

Labels:

Wajib Baca:
Contact Me Here.
Mengenai Amakhoita Li Niha (Tata Bahasa Nias) yang saya publikasikan ini, masih dalam tahap pembaharuan sebab saya membuat Tata Bahasa Nias ini masih berdasarkan pemahaman penganalisaan saya sendiri, dan hal ini dapat diperbaharui suatu waktu. Saya berminat untuk mengembangkan pengenalan Bahasa Nias ini baik kepada penutur asli Li Niha (Bahsa Nias) maupun kepada orang yang ingin mempelajari tentang Bahasa Nias.
Dalam Karya sederhana ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang Bahasa Nias, yang mana yang akan saya perkenalkan adalah Amakhoita Li Niha Yöu (Tata Bahasa Nias yang dipopulerkan oleh penutur- penutur asli di  Gunungsitoli dan juga termasuk wilayah Nias bagian Utara/ Tengah ) dan Amakhoita Li Niha Raya (Tata Bahasa Nias Yang dipopulerkan oleh penutur-penutur asli dari Telukdalam dan sekitarnya serta mencakup keserupaan Bahasa yang digunakan di Nias Selatan). Hal ini tidak bermaksud membedakan antara Ono Niha, tetapi karena dalam Bahasa yang dipergunakan oleh Ono Niha, memiliki sedikit ketakserupaan Bahasa Niha Yöu dan Niha Raya.  Hal ini memang fakta. Salah satu alasan saya mengapa begitu tertarik memahami Bahasa Nias ini adalah karena di dalam Bahasa Nias terdapat banyak keunikan dan keunikan itu layak untuk dipelajari. Hal lain juga yang menarik perhatian saya yaitu selama ini saya bisa berbahasa Nias baik itu Li Niha Yõu maupun Li Niha Raya, tetapi saya tidak mampu menjelaskan seperti apakah pemahaman Bahasa Nias ini. Berdasarkan hal diatas, saya akhirnya mulai memahami dan berkonsultasi dengan para teman saya Ono Niha. Berselang tujuh bulan, saya mulai mengerti walau tak sempurna dan makanya saya  juga ingin berbagi kepada Anda-Anda semua. Walaupun demikian, saya menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan di dalamnya baik dari segi struktural kalimat dan terlebih-lebih pada kata-kata yang terdapat dalam Bahasa Original Nias, namun sepertinya itu masih belum dikategorikan suatu hal yang menghadang atau menghambat pemahaman tentang ilmu Bahasa Nias.Untuk mempermudah penyampaiannya, tutorialnya saya bahasakan dalam Bahasa Indonesia supaya lebih mudah dimengerti. Untuk semua hal ini, saya mengharapkan ide, saran, kritik yang membangun dan tidak tertutup kemugkinan untuk pertanyaan yang bersifat mendukung dan bermanfaat dari saudara sekalian yang sudah berkenan meluangkan waktunya membaca halaman ini.
Sebagai permulaan pengenalan Tata Bahasa Nias ini, ada baiknya kalau kita lebih dulu tahu apa saja aksara yang dipergunakan Ono Niha (masyarakat Nias) dalam melangsungkan kehidupan Bahasanya.
Dibawah ini, saya akan menguraikan abjad/aksara yang terdapat dan dipergunakan dalam Bahasa Nias.
Aksara dalam Bahasa Nias:  
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, Õ, P, R, S, T, U, V, W, Ẃ,Y, Z.

Vowel: A, E, I, O, Õ,U.
 Konsonan:  B, C, D,  F, G, H, J, K, L, M, N, P, R, S, T,  V, W, Ẃ,Y, Z.

Cara pelafalan/ ejaan:
Hampi semua ejaan/pelafalan aksara Bahasa Nias sama dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia, hanya saja ada dua huruf/aksara yang pelafalannya sedikit berbeda, yaitu aksara Õ dan .
Lafalkan/eja Õ seperti bunyi "E" dalam kata "MERPATI", dan untuk aksara E yang terdapat dalam Bahasa Nias, cukup dilafalkan seperti bunyi "e" dalam kata "TELER"
Lafalkan/eja seperti bunyi "W" dalam Bahasa Jerman. Contoh, Wir kommen aus Gunungsitoli. atau yang lain, Wir sind die Studieren.

Alasan mengapa pelafalan Bahasa Nias ada kaitannya dengan Bahasa jerman, yaitu karena orang yang pertama mengaksarakan bunyi tuturan Bahasa Nias adalan seorang berkebangsaan Jerman. Hal ini telah diterima baik oleh Masyarakat Nias dengan baik sejak dulu. Namun, ada hal yang sepertinya akan tidak serupa dengan apa yang saya paparkan, yaitu mengenai pelafalan atau ejaan aksara  atau W ber-Umlaut.
Pelafalan yang diajarkan/dibuat oleh seorang berkebagsaan Jerman ini adalah seperti bunyi W dalam Bahasa Indonesia. Hal ini menggambarkan ketakserupaan tanggapan dengan saya. Tapi saya memahami hal ini terjadi karena dalam Bahasa Jerman Tidak ada Pelafalan aksara W layaknya seperti dalam Bahasa Indonesia, makanya W dicirikhaskan dengan tanda Umlaut diatasnya.Hal ini memberi syarat bahwa ejaannya/ pelafalannya hampir serupa dengan W di dalam Bahasa Negaranya.

Apa alasan utama saya mengapa saya menyarankan pelafalan/ ejaan demikian (seperti yang saya paparkan diatas) yaitu karena saya berpedoman dengan undang-undang pembuatan Bahasa Daerah yang ejaannya mesti disesuaikan dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam Bahasa Indonesia.
Tapi saya lebih dominan menggunakan seperti yang telah saya paparkan sebelumnya.
 sebab Pulau Nias berada dalam wilayah Indonesia, sudah selayaknya kita menyesuaikan peraturannya. Terima Kasih, Ya'ahowu!!


read more "AMAKHOITA LI NIHA-TATA BAHASA NIAS"

Labels:

Sabjek ini adalah subjek yang digunakan dalam Amakhoita Li Niha YÕU.Sabjek (sebagai kata ganti orang) yang ada dan dipergunakan dalam Bahasa Nias varietas Utara dan Tengah (Li Niha YÕU), dapat diklasifikasikan dalam dua golongan utama yaitu:


  1. Sabjek Tak Terikat, maksudnya adalah bahwa subjek ini dapat berdiri sendiri dan dapat membentuk arti sendiri dalam suatu kalimat  tanpa mengharapkan pengaruh keeksistensian kata lain (tak seperti Sabjek Terikat) yang bisa berupa predicat. Daftar subjek ini: YA'ODO (Artinya: saya), YA'UGÕ (Artinya: Anda/ kamu), YA'AGA (Artinya: Kami), YA'ITA (Artinya: Kita), YA'IRA (Artinya: Mereka), YA'AMI (Artinya: kalian), YA'IA (Artinya: Dia- untuk laki-laki atau perempuan. Ini juga dapat berfungsi sebagai kata ganti petunjuk benda/ binatang/ hal atau bisa diibaratkan dengan pemahaman  "That" di dalam Bahasa Inggris), DA'A ((Artinya: ini), DA'Õ((Artinya: itu). Uniknya suatu kalimat yang dibentuk dengan subjek tak terikat ini yaitu bahwa bentuk objeknya persis sama dengan bentuk sabjeknya, namun perbedaanya dapat dipahami melalui pola kalimat yang membentuknya. Kalimat ber-Sabjek Tak Terikat ini juga memliki kelebihan tersendiri yaitu bahwa hanyalah kalimat bersabjek ini yang dapat membentuk kalimat Pasif dalam Bahasa NiasYÕU  yaitu  diawali oleh awalan MU- (artinya: Di-) dan NI-(artinya: Yang Di-), serta apabila kalimat yang dibentuk atau disusun yang mana setelah sabjeknya mengandung kata "YANG" (seperti dalam bahasa indonesia), yang arti yang dalam Bahasa Nias adalah "ZI".
  2. Sabjek Terikat,maksudnya adalah bahwa subjek ini tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat membentuk arti sendiri dalam suatu kalimat tertentu tanpa  pengaruh keeksistensian kata lain yang bisa merupakan predicatnya. Sabjek Terikat ini dapat diklasifikasikan dalam dua bagian:
  • Sabjek Terikat Bentukan Awal, artinya subjek terikat yang langsung dipasangkan/ dibubuhkan di awal kata yang mempengaruhinya/ menjelaskannya atau dengan kata lain, subjek ini dapat dikategorikan sebagai preffix atau awalan untuk sebuah kata. Kelas kata yang dapat dibubuhkan dengannya adalah kata kerja transitive (kata kerja yang membutuhkan objek). Daftar subjek ini: U- (Artinya: saya), Õ- (Artinya: Anda/ kamu), MA- (Artinya: Kami), LA- (Artinya: Mereka), TA- (Artinya: Kita), MI- (Artinya: kalian) , I- (Artinya: Dia- untuk laki-laki atau perempuan. Ini juga dapat berfungsi sebagai kata ganti petunjuk benda/ binatang/ hal atau bisa diibaratkan dengan pemahaman  "That" di dalam Bahasa Inggris).
  • Sabjek Terikat Bentukan Akhir, artinya subjek terikat di letakkan setelah kata yang mempengaruhinya/ yang memperjelas kegiatan,situasi/ keadaan subjek. Kelas kata yang mampu mempredikatinya adalah kata kerja Intransitive (kata kerja tidak butuh objek), kata sifat, serta untuk kata "SO" (dalam bahasa Indonesia artinya adalah ada, berada, datang/tiba).Daftar subjek ini: NDRA'ODO (Artinya: saya), NDRA'UGÕ (Artinya: Anda/ kamu), NRA'AGA (Artinya: Kami), IRA (Artinya: Mereka) , ITA (Artinya: Kita), AMI (Artinya: kalian), IA(Artinya: Dia- untuk laki-laki atau perempuan. Ini juga dapat berfungsi sebagai kata ganti petunjuk benda/ binatang/ hal atau bisa diibaratkan dengan pemahaman "That" di dalam Bahasa Inggris). DA'A ((Artinya: ini), DA'Õ((Artinya: itu) . Dalam Sabjek Terikat Bentukan Akhir ini memiliki 3 subjek yang saya namakan sebagai Subjek Berstatus Unik. Maksudnya adalah subjeknya langsung menjadi suffix atau akhiran pada kata yang mempredikatinya. 
Ketiga Subjek Berstatus Unik tersebut adalah: -DO, , dan -GA.
-DO adalah bentuk singkat dari  subjek Ndra'odo.
adalah bentuk singkat dari  subjek Ndra'ugö.
-GA adalah bentuk singkat dari subjek Ndra'aga.



read more "SABJEK BA LI NIHA YÕU"

Labels:


NASO ZOMASI FAO BA GOWULOA DA'A, LÕ ABUA. TUKO MANÕ TOMBOL LIKE!! SI SO TANÕ TOU GAMBARANIA




ANAK NIAS COMMUNITY



KOMUNITAS ANAK NIAS DI SELURUH DUNIA




read more "OWULOA NDRAONO NIHA BA FACEBOOK"